![]() |
. |
Acara ini, dengan mengusung tema “Memahami dan Memaknai Pentingnya Al Qur’an bagi Manusia”, digelar untuk tingkat Desa Marunggi dan Kota Pariaman, dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.
Yota Balad menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa, Pengurus Masjid, dan panitia RISMA yang telah menggelar acara ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat selaras dengan visi dan misi pemerintahannya dalam memimpin Kota Pariaman.
“Pekan Nuzul Qur’an ini mendukung program dan capaian visi misi kami, terutama pada Ramadhan pertama kami sebagai Wali Kota,” ujar Yota Balad saat membuka acara pada Minggu malam (16/03/2025).
Yota juga mengungkapkan program unggulan pemerintahannya untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai Kota RISALAH (Beriman, Saleh, dan Berahlak), dengan program “Satu Keluarga Satu Hafiz” dan “Kembali ke Surau.”
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar di seluruh kecamatan dan desa di Kota Pariaman, agar program tersebut bisa terwujud secara bertahap.
Selain itu, Yota menekankan pentingnya menciptakan generasi muda yang berakhlak dan beriman. “Ilmu yang tidak diimbangi dengan akhlak dan iman yang kuat tidak akan memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan ini didanai melalui anggaran Desa Marunggi dan donatur lainnya, dan diikuti oleh 102 peserta, dengan rincian 50 putra dan 52 putri. Pekan Nuzul Qur’an berlangsung dari 16 hingga 25 Maret 2025.
Lomba yang diadakan mencakup berbagai kategori, antara lain Tartil Dasar, Tilawah Anak-Anak, Tilawah Remaja, Tartil Menengah, Tartil Umum, dan Adzan untuk tingkat Desa Marunggi, serta Hafizh 1 Juz dan Tilawah Dewasa untuk tingkat Kota Pariaman.(*)
Yota Balad menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa, Pengurus Masjid, dan panitia RISMA yang telah menggelar acara ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat selaras dengan visi dan misi pemerintahannya dalam memimpin Kota Pariaman.
“Pekan Nuzul Qur’an ini mendukung program dan capaian visi misi kami, terutama pada Ramadhan pertama kami sebagai Wali Kota,” ujar Yota Balad saat membuka acara pada Minggu malam (16/03/2025).
Yota juga mengungkapkan program unggulan pemerintahannya untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai Kota RISALAH (Beriman, Saleh, dan Berahlak), dengan program “Satu Keluarga Satu Hafiz” dan “Kembali ke Surau.”
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar di seluruh kecamatan dan desa di Kota Pariaman, agar program tersebut bisa terwujud secara bertahap.
Selain itu, Yota menekankan pentingnya menciptakan generasi muda yang berakhlak dan beriman. “Ilmu yang tidak diimbangi dengan akhlak dan iman yang kuat tidak akan memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Ketua Panitia Pekan Nuzul Qur’an, Ranggi Armayadi, yang juga Pengurus RISMA, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
Kegiatan ini didanai melalui anggaran Desa Marunggi dan donatur lainnya, dan diikuti oleh 102 peserta, dengan rincian 50 putra dan 52 putri. Pekan Nuzul Qur’an berlangsung dari 16 hingga 25 Maret 2025.
Lomba yang diadakan mencakup berbagai kategori, antara lain Tartil Dasar, Tilawah Anak-Anak, Tilawah Remaja, Tartil Menengah, Tartil Umum, dan Adzan untuk tingkat Desa Marunggi, serta Hafizh 1 Juz dan Tilawah Dewasa untuk tingkat Kota Pariaman.(*)