Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta Subuh Berjamaah di Masjid Kampus UNP -->

Iklan Cawako Sawahlunto

Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta Subuh Berjamaah di Masjid Kampus UNP

Sabtu, 22 Maret 2025

 

.
Padang, fajarsumbar.com - Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Melaksanakan gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.

Rektor UNP, Rektor Krismadinata, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Universitas Negeri Padang sudah delapan tahun melaksanakan Subuh Mubarak. Dan pada hari ini bersamaan dengan gerakan program Subuh Berjamaah bersama Kapolda Sumbar.
“Universitas Negeri Padang selalu bersinergi dengan Polda Sumatera Barat dalam berbagai kegiatan sehingga dapat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan,” jelas Rektor Krismadinata.
Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Prof. Asasriwarni, MH, Guru Besar Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik pada pagi ini.
Menurut Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, Gerakan Subuh Berjamaah Polda Sumatera Barat, mengisyaratkan bahwa Kepolisian bersama Kampus dan masyarakat harus bersama-sama dan bersinergi untuk memajukan Sumatera Barat.
“Kita menyadari dalam sejarah nasional, Sumatera Barat memiliki tokoh-tokoh penting dan hal itu harus diketahui dan menjadi motivasi bagi generasi muda Sumatera Barat,” Kapolda Irjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Prof.Dr. Asasriwarni, MH, menyampaikan bahwa manusia memiliki kemauan, pemikiran, perasaan dan diberikan tuntutan oleh Allah dengan agama dan kitab suci.
“Agama yang diturunkan kepada manusia melalui para nabi memiliki dua dimensi yakni ada dimensi suruhan dan ada dimensi larangan,” tambah Ustaz Prof. Dr. Asasriwarni.(Ms/Hms/Ald)