![]() |
. |
Bukittinggi, fajarsumbar.com – Kota Bukittinggi, yang sarat dengan sejarah perjuangan bangsa, siap menjadi tuan rumah Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) XXII.
DPC GMNI Bukittinggi bersama para kader dan alumni menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan kongres yang diharapkan menjadi ajang penyatuan kembali organisasi setelah perpecahan pasca-Kongres XXI di Ambon.
Ketua DPC GMNI Bukittinggi, Fikri Lafendra, Kamis 20 Februari 2025 menegaskan, bahwa inisiatif ini lahir dari semangat kebersamaan serta dukungan kuat dari kader hingga alumni GMNI di Sumatera Barat.
Menurutnya, Bukittinggi bukan sekadar tempat strategis, tetapi juga simbol perjuangan dan persatuan.
"Perpecahan dalam tubuh GMNI sudah terlalu lama. Saatnya kita kembali bersatu, sebagaimana ajaran Bung Karno yang menempatkan persatuan sebagai kekuatan utama. Bukittinggi, dengan sejarah panjangnya, adalah tempat yang tepat untuk memulai rekonsiliasi ini," ujar Fikri.
Dukungan terhadap Bukittinggi sebagai tuan rumah kongres juga datang dari Ketua DPD Persatuan Alumni (PA) GMNI Sumbar, Yogi Yolanda.
Ia menekankan bahwa Bukittinggi memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan bangsa, termasuk pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 1948-1949.
"Bukittinggi bukan hanya kota kelahiran Bung Hatta, tetapi juga kota yang melahirkan banyak pejuang dan pemikir bangsa. Ini adalah tempat yang tepat untuk membangun kembali persatuan GMNI dan mempertegas komitmennya sebagai pembela kaum marhaen," kata Yogi.
Dengan semangat persatuan dan nilai sejarah yang melekat, GMNI Bukittinggi berharap Kongres XXII tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum kebangkitan GMNI sebagai kekuatan intelektual dan ideologis dalam memperjuangkan keadilan sosial.(*)